Friday, July 29, 2011

Alhamdulillah, abah so happy.

Terimakasih ya team sukses Blog,  ternyata blog ini bisa diakses lagi. Dengan begitu kan uing bisa ngedit sekalian membuang hal2 yang mudharat. Wassalam.

Posted by emanrais in 07:51:26 | Permalink | Comments Off

Sunday, January 20, 2008

Sakit paling aneh…

Tahun 1959, aku sering sakit yang menyebabkan sekolahku terganggu. Suatu hari Senin bersama dengan ibuku dan 3 orang adikku naik beca dari KK ke Poliklinik sebelah kiri markas Angkatan Laut di Jalan Gunung Sahari. Sambil menunggu panggilan, aku minta uang seringgit buat membeli majalah Varia dan 3 bungkus gado2 lontong di gerobag gado2 diluar tembok poliklinik. Sambil menunggu gado2 diulek, aku membaca majalah sambil bersandar ketembok dengan telapak kaki kanan di tempelkan ketembok. Tiba2 aku merasa tertidur. Anehnya begitu bangun berada disebuah tempat yang selalu berayun. Mana mataku panas dan silau oleh sengatan sinar matahari. Karena bercelana pendek, aku merasa pahaku dilengketi oleh pasir basah. Ketika aku duduk, ternyata aku berada di sebuah jukung (sampan besar) pengangkut pasir, yang ditambatkan kepatok di pantai melalui tambang dadung sekira 10 meteran. Selagi termangu dan bingung, dari arah belakang aku mendengar teriakan yang menembus derasnya hembusan angin laut.
“Hey dik, lagi ngapain?” Ketika kutolehkan kepala tampak seorang lelaki muda tengah membawa alat pancing Amerika dengan mesin penggulung senur. Aku masih belum sadar akan situasi, makanya bersikap diam saja (katanya sih wajahku tampak bengong terlongong). Lelaki itu mendekati tambang dan mencoba menariknya. Tapi tak kuat.
“Tunggu sebentar ya dik.” Seru lelaki itu seraya berlari menuju ke kerimbunan pohon yang diatasnya tampak menara. Disekeliling situ tampak bangunan beton yang belum rampung. Didekat jukung tampak juga beberapa jukung ditambat. Tak lama kemudian tampak lelaki itu berjalan tergopoh disertai oleh 3 orang lelaki besar berseragam militer lapangan. Salah seorang diantaranya membawa alat potret yang lalu memotreti sekeliling tempat aku dan jukung berada. Keempatnya lalu menarik tambang dadung sampai lunas haluan jukung bertengger di pasir pantai. 2 orang lalu naik dan menuntunku untuk turun. Selanjutnya aku dituntun ke pos penjagaan. Setelah diberi makan dan minum, lantas saja aku ditanyai oleh 4 orang tentara yang lainnya. Semua pertanyaan dan jawabanku dicatat dengan mesin ketik. Menjelang maghrib aku diantar dengan jeep ke station kereta api Tanjung Priuk, lalu dititipkan kepada kondektur untuk jurusan Gambir.

Sekira jam 1900 aku turun distasiun Gambir lalu berjalan menuju ke KK. Sebetulnya sih dikantong baju masih tersisa uang Rp. 1,50 sisa pembelian majalah Varia itu. Tapi dengan linglung aku memilih berjalan sambil mengira2 kudu kemana. Begitu memasuki areal lapangan Gambir (Monas sekarang), aku jadi hapal jalan pulang. Lalu sekira jam 20.30 saat memasuki mulut KK31, satu becak melesat cepat tapi lantas injak rem. Karena mendengar satu seruan nyaring, “Emaaaaaannnn! Bang…setop…baaang.” Ternyata ayahku. Beliau tadinya mo melaporkan anak hilang ke RRI di jalan Medan Merdeka Barat. Sesampainya di rumah aku lantas tidur, tapi begitu bangun ditengah malam lantas ngamuk kayak yang kesurupan. Apa karena lang gerobak tukang gado2 itu berada dikerimbunan pohon beringin kurung ya? Kasihan pot2 bunga kebanggaan ibuku yang pada hancur berantakan aku bantingin ke lantai. Amukanku baru reda setelah di sembur kunyahan bangle dari mulut pak Amin, dukun kampung. Hiiiyyyy, wajahku jadi bau jigong deh.

Hal paling aneh smp sekarang, adalah bagaimana aku bisa masuk ke areal proyek militer itu? Karena tempat itu dijaga ketat dengan beberapa menara pengawas dan petugas bersenjata lengkap. Dan gimana caranya aku bisa naik ke jukung, padahal saat ditemukan sepatu volley karet Bata yang kukenakan tak tampak seperti yang sehabis menginjak pasir dan air laut. Belum lagi bagaimana aku bisa menarik tambang jukung yang sangat berat itu. Matak heran juga, kok diatas pasir pantai tak ada ditemukan jejak sepatuku? Lantas bagaimana caranya aku bisa masuk ke kompek bertembok tinggi itu lalu gimana caranya aku naik kedalam jukung itu? Smp dah jadi Mr. Tob juga gak tau jawabnya!!

Posted by emanrais in 03:23:04 | Permalink | Comments Off

Wednesday, December 26, 2007

Fina

Posted by emanrais in 15:51:41 | Permalink | Comments Off

Monday, December 24, 2007

Abah Enin

Posted by emanrais in 14:25:57 | Permalink | Comments Off

Saturday, December 22, 2007

Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.

Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.
Ranking of 80 blogs, on date Dec 22nd, 2007. Hours 19.00
(vide URL http://renungansekilas.blogspot.com/)

Azizah, Most. DiaryFrenster, 3rd.

Santa’s Link Love: Santa’s Link Love… Update Three
Technorati Profile

Posted by emanrais in 12:06:55 | Permalink | Comments Off

Friday, December 21, 2007

Donnaliens

Deedee
Posted 12/22/2007 12:55 am
si abah ini orang hebat…penulis yang handal. pecinta berat Azizah ( putih kulitmu…cantik parasmu….) kalo chat senengnya memuji dan memberi motivasi. hidup abahh….semoga sukses dan bahagia selalu….amieenn

Posted by emanrais in 18:54:24 | Permalink | Comments Off

AziS

aa-eman
21st Dec 3:19 am

Terimakasih ya. Wah klo gitu kebetulan sekali. Tapi cik AziS suka khan? Klo mo sumbang tulisan kirim ke ID yahoomail aa ya. Wassalam.

AziS
21st Dec 12:21 am (reply | report spam | delete)

owhh..itu my real name azizah…anw salam aidil adha buat anda sekeluarga

Posted by emanrais in 11:32:02 | Permalink | Comments Off

Thursday, December 20, 2007

Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.

Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.
Ranking of 80 blogs, on date Dec 21st, 2007. Hours 03.30
(vide URL http://renungansekilas.blogspot.com/)

Azizah, Most. Abah, 3rd. Technorati, 4th.

Santa’s Link Love: Santa’s Link Love… Update Three
Technorati Profile

Posted by emanrais in 20:36:29 | Permalink | Comments Off

“Aku melo sopo???”

Di tahun 1959 dilokasi dekat dengan gedung bundar Circarama itu, ada sebuah gedung kesenian rakyat. Abah diajak uyut bersama abah Didi dan abah Uud menonton pertunjukan wayang orang Ngesti Pandowo dari Jogyakarta yang melakonkan fragmen Jaka Tarub. Karcis masuk yang berharga seringgit itu diberi nomor urut yang akan diundi begitu pertunjukan selesai. Hadiahnya seekor kambing kacang yang sudah diikat di tiang pancang di halaman rumput di jalan masuk ke gedung kesenian itu. Lucunya pada leher kambing terikat selembar kardus yang bertuliskan, “Aku melo sopo???” Kambing itu lalu ikut seorang keturunan Arab Jawa yang membawanya pulang numpak mobil sedan Mercedes-Benz hitam. Hehe, ada ada saja ya Gaby….

Posted by emanrais in 20:00:56 | Permalink | Comments Off

Circa-Rama

Di tahun 1958, di lapangan Gambir yang sekarang menjadi Taman Monas sebelah Timur tepat didepan Balaikota DKI Jakarta. Pernah diselenggarakan pertunjukan Circa-Rama. Kayaknya gabungan dari kata Circle dan Panorama. Nanti Gaby tanya sama mama Wiena aja deh ya. Diselenggarakan oleh USIS, United States Information Service yang kantornya berada diseberang jalan Merdeka Selatan.. Yang abah tahu Circarama itu bioskop bundar, dimana sehelai layar putih dipasang berkeliling 360‛. Lalu ditengah langit2 dipasang panggung yang memuat sekira 9 proyektor dengan reel filem pilihan yang sudah diatur, sesuai dengan saat pengambilan gambar. Begitu 9 proyektor dinyalakan serempak, maka pada layar tampak pemandangan sekeliling. Dan penonton yang berdiri ditengah ruangan seolah berada di titik pusat. Waktu itu kayaknya pengambilan gambar dilakukan dari atas van yang berjalan dari kota Richmond di Virginia sampai ke Gedung Putih di Washington DC. Sensasional pisan deh Gaby, kalau mobil belok penonton seolah ikut terbawa berbelok. Pada gambar Gaby melihat setiap citra pada layar dibatasi oleh garis hitam. Pada pertunjukan Circarama itu, garis hitam itu tidak nampak. Sewaktu winter 1976, abah sempat ke Museum Teknologi di Washington DC. Tapi proyektor Circarama yang abah tanyakan ke meja informasi tak terpajang disana..

Posted by emanrais in 19:36:44 | Permalink | Comments Off