Wednesday, December 19, 2007

“Emaaaaan. Pulangnya jangan malam malam yaaaaaaa.”



Ketika becak sampai ke gang Koperasi, terdengar alunan orkes Melayu. Terdengar juga kumandang pengarah acara kalau sebentar lagi akan dilantunkan lagu Azizah yang akan dinyanyikan oleh satu biduan terkenal. Mendengar itu abah lalu minta ijin ke uyut buat nonton orkes di gang Koperasi II itu. Karena dekat rumah uyut di Jl Kebon Melati II No. 36 (sekarang menjadi Jl Kebon Kacang XXXI, hanya terpaut satu blok saja sekira 300 meteran). Abah beroleh ijin bahkan dibekali tambahan uang seringgit. Sambil berjingkrak jingkrak kegirangan, abah segera saja mendekati arena panggung kenduri khitanan itu.
“Emaaaaan. Pulangnya jangan malam malam yaaaaaaa.” Terdengar seruan uyut Kanti. Abah tak menjawab. Karena selain sudah berada dikerumunan para penonton, juga karena becak yang membawa uyut sudah berbelok kearah Jl Kebon Melati V. Setelah dapat posisi dekat panggung, abah bahkan juga beroleh tempat duduk dan makanan. Entah juga kalau abah dikira anak salah satu tamu disana. Ya haben saja. Mana biduan dah mulai tarik suara lagi.

Rupamu nan jelita, gaya kamu nan manja
Membuat aku kini jadi tergoda
Siang jadi kenangan, malam jadi impian
Karenamu….Azizah.

Refrain:
Putih kulitmu…Putih kulitmu…Pandang tak jemu
Manis senyummu….Manis senyummu…Mulia hatimu

Kalau kau menjadi bunga, biar ku jadi tangkainya.
Asalkan dapat bersama denganmu
Cinta dipadu, oh Azizah.

Refrain:
Putih kulitmu…Putih kulitmu…Pandang tak jemu
Manis senyummu….Manis senyummu…Mulia hatimu

Kalau kau menjadi bunga, biar ku jadi tangkainya.
Asalkan dapat bersama denganmu
Cinta dipadu, oh Azizah.

Gitu lho Gaby, seperti yang abah dengar waktu itu dan dibenarkan uyut beberapa jam kemudian. Hanya saja kalau kita lihat di Youtube.com kok ada versi yang berbeda. Wallahu’alam…

Posted by Abah Eman in 18:08:10 | Permalink | No Comments »

Azizah…

Ketika becak yang kami tumpangi memasuki areal kampung Bali, kembali uyut Kanti tertawa ceria. Karena terdengar ada biduan yang tengah menyanyikan lagu Azizah. Uyut pameget ikutan senyum2 sambil kasih komentar. Klo abah Gaby mah ya gitu itu, kembali bengang bengong gak ngarte. Abah juga diam aja sembari ngutilin kwaci cap kelinci.

“Putih kulitmu….Putih kulitmu…Pandang tak jemu…
Manis semyummu….manis senyummu…Mulia hatimu…”

Duh Gaby, di lagu yang sedemikian indah itu. Hanya selarik refrain itu yang abah ingat. Maafin abah ya chayank. Duh mana abang becaknya juga nyupirnya sembari ngebut, suiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinginginging bunyi siriine karetnya.

Posted by Abah Eman in 14:59:40 | Permalink | No Comments »

Che_Zah

aa-eman
19th Dec 6:27 am

Salam aidil adha. Mengingati nama anda semalaman, saya jadi ingat masa kecil, lalu saya membuka URL baru http://ohazizah.blog.com/ Sila lihat. Kalau mau sumbang tulisan dan pics/video sila kirim email ke ID emanraistea@yahoo.com. Wassalam.

Posted by Abah Eman in 14:40:28 | Permalink | No Comments »

Kolej D.P.A.H Abdillah

Date: Wed, 19 Dec 2007 05:22:15 -0800 (PST)
From: “EMANRAIS TEA” <emanraistea@yahoo.com>
Subject: Assalamualaikum…
To: pengetua@yeb1303.13.moe.edu.my

Salam aidil adha. Semoga sihat sejahtera bahagia. Saya
baru saja mengisi form untuk bisa login ke laman tuan
Kolej D.P.A.H Abdillah. Saya menyampaikan salam hormat
dan silaturahmi kepada tuan sekeluarga.

Saya sedang menyusun kenangan lama, sejak semasa saya
kecil berumur 11 tahun dan seterusnya, berupa blog
http://ohazizah.blog.com/.
Kebetulan page pertama, saya isi akan kenangan ayah
bunda saya menonton film Penarek Becha di tahun 1955.
Saya juga mencantumkan 2 buah lagu di film itu, satu
berjudul Azizah dan satu lagi saya lupa namanya.

Oleh karena kami disini amat menghormati dan mengagumi
almarhum Tan Sri P. Ramlee berikut keluarga dan
karya2nya. Sedangkan syair lagu yang saya tuliskan
tentu tak sempurna, karena hanya bersumber atas ingatan
saya sejak kecil. Saya takut terjadi kesalahan.

Oleh kerananya saya mohon, sila tuan lihat URL
http://ohazizah.blog.com/ untuk tahu semua isinya.
Kalau tuan berkenan saya menaruh lagu kenangan itu.
Mohon perbaikan kalau telah terjadi kesalahan tulis.
Namun kalau tuan berkeberatan saya menyimpan syair
lagu itu di blog tersebut, kerana masalah hak cipta
atau apapun juga. Maka saya akan hapuskan syair lagu
tersebut dari blog itu. Sematamata oleh kerana saya
amat menghormati hak2 keluarga tuan.

Demikian agar tuan mafhum. Wassalam.

Reference: http://profiles.friendster.com/aaeman

Posted by Abah Eman in 13:34:26 | Permalink | No Comments »

Bapak ARahman

ArahMan7
19th Dec 5:02 am (reply | report spam | delete)

InsyaAllah, Abah. Nanti saya usahakan. Camnepun, “Bila ayam dah tak selera nak makan, kambing mula gelisah, lembu buat2 gila & unta nampak susah hati, tu tanda Raya Korban dah dekat. Selamat menyambut Aidil Adha.”

aa-eman
19th Dec 4:11 am

Salam aidil adha. Saya sedang menyusun jalur kenangan lama semasa saya kecil (tahun 1955 dan seterusnya) dengan mencoba bangun blog http://ohazizah.blog.com/ Manatahu pak ARahman juga punya kenangan yang sama. Mari kita kita susun bersama. Klo ada sila kirimkan tulisan bapak ARahman ke email saya. Syukur lagi klo ada pics dan video lama yang berkaitan dengan ceritera kita, baik dari saya atau dari pak ARahman. Wassalam takzim. “Mari menyusun seroja, bunga seroja. A a a a…”

Posted by Abah Eman in 12:23:54 | Permalink | Comments (1) »

Engkau laksana bulan…

Sebetulnya inilah bait2 syair lagu itu, yang masih abah ingat…

Engkau laksana bulan.
Tinggi diatas kayangan
Hatiku tak karuan
………………(lupa)

Mengapa ku disiksa
Hatiku kan merana
Bercinta dan mencinta (?)
Hidupku menderita

Reffrain :

Oh oh… Oh Tuhanku
Kau cabutlah….Nyawaku.

Oh Tuhanku, ampunkanlah
Kalau hatiku, begini.
Oh Tuhanku, maafkanlah.
Kalau hatiku, begini….

Hehe Gaby, hanya itu yang abah ingat akan syairnya. Begitupun abah yakin kalau syair itu gak benar semua. Makanya kalau ada yang ingat, silahkan betulkan dengan mengirimkan email ka abah ya. Meskipun abah juga akan coba mencari informasi melalui Google.com. Syukur lagi klo bisa menemukan videonya di Youtube.com.

Posted by Abah Eman in 12:00:52 | Permalink | No Comments »

Oh oh oh Tuhanku, kau cabutlah nyawaku….

Klo kata uyut diperjalanan pulang naik becak. Pertunjukan hari itu adalah hari ke tujuh. Artinya sudah seminggu film Penarik Becha ditayangkan di bioskop Rivoli itu.
Bioskop Rivoli adalah bioskop kelas 2 yang biasa buat pertunjukan film local, film Malaya (sekarang Malaysia) dan film India, bersama bioskop2 Rialto di Senen., Cathay di Kramat berdampingan dengan bioskop Grand yang selalu memutar fim Barat. Bioskop Roxy dan bioskop Alhambra. Untuk pertunjukan film Barat tersedia bioskop kelas 1 buat kaum intelek yakni bioskop Menteng, Metropole, Cikini dan Grand. Dibioskop kelas 1 begini antrian lebih tertib karena biasanya bioskop dijaga oleh lebih dari 2 anggota CPM. Tapi tentu saja harga karcis masuknya juga bisa 3-4 kali lebih mahal dibandingkan dengan bioskop kelas 2 yang dikenal juga sebagai bioskop rakyat. Buat rakyat jelata tersedia juga bioskop kelas 3. seperti yang berada diperkampungan penduduk yang umumnya menampilkan pertunjukan film dari Hindustan..

Ketika becak yang kami tumpangi bertiga memasuki jalanan di Kebon Sirih. Lalu disetop oleh beberapa petugas keamanan setempat (OKD, organisasi keamanan desa) karena tengah ada yang kenduri sambil menanggap orkes Melayu. Orkes Melayu adalah orkes yang instrument dan gayanya mengambil dari langgam Sumatera Timur. Waktu itu orkes Dangdut belum lahir.. Tiba2 uyut Kanti tertawa mendengar satu lagu yang tengah dialunkan oleh seorang biduan dengan penekanan pada refrainnya..

“Oh oh … Oh Tuhanku. Kau cabutlah…. Nyawaku…..”

Abah yang tak tahu urusannya, tentu saja menjadi bengong terlongong longong atuh Gabyyyyyyy………. Hehehe, arek kumaha deui coba??????????

Posted by Abah Eman in 11:48:18 | Permalink | No Comments »

Penarek Becha…

Dulu nih ya Gaby. Dulu sekali di tahun 1955, waktu itu abah baru umur 11 tahun dan duduk di kelas 6 SR Asamlama. Di suatu hari Mingga abah diajak Uyut Rais dan Uyut Kanti ke bioskop Rivoli di Jalan Kramat Raya. Kedua uyut ingin menonton film Penarek Becha yang dibintangi oleh P. Ramlee. Tugas abah adalah ikutan mengantri diantrian panjang menuju ke loket karcis. Baru nanti setelah dekat ke loket, uyut pameget yang akan mengambil alih posisi abah diantrian itu. Kan abah masih kecil, jadi gak umum klo mau ikutan nonton segala mah. Karena pertunjukan film itu buat yang berumur 17 tahun keatas alias dewasa saja. Lain soal klo pertunjukan matinee yakni pertunjukan jam 10 pagi buat semua umur. Baru dah abah boleh nonton.

Duh Gaby, selama abah antri itu badan rasanya remuk dah. Maklum aja karcis terbatas cuma tersedia buat sekitar 200 tempat duduk. Sedangkan yang mau nonton bisa mencapai angka 1000 orang. Yang parah kelakuan para calo yang menjadikan karcis sebagai mata dagangan mereka. Berapakali aja abah di gertak mereka supaya mau digantikan oleh mereka. Apalagi disaat posisi abah kurang dari 100 orang menuju ke loket.. Disaat begitu uyut pameget mendampingi abah diposisi rawan itu. Posisi abah digantikan oleh uyut menjelang 10 ke loket. Hehe, uyut juga tampak kewalahan dikerubuti oleh orang2 yang mau menitip beli karcis masuk. Tapi mereka segera digebah oleh anggota CPM.

Di jam 15 lebih dikit, dengan wajah berseri uyut Rais mendatangi abah yang lagi minum eskrim bersama uyut Kanti. Oleh uyut Kanti abah dah dibekali uang seringgit (2 rupiah 50 sen) dengan pesan jangan kemana2 tetap berada di kompleks bioskop sampai jam 17.30 saat pertunjukan selesai. Tempat rendezvouz kami adalah kios eskrim ini. Oleh uyut Kanti malahan abah dititipkan ke penjualnya. Ternyata (katanya) tetangga sadayeuh Manislor di Kuningan dulu.

Posted by Abah Eman in 11:09:21 | Permalink | No Comments »

Oh Azizah…

Aduhai Gaby incu abah tersayang. Semalam abah jawab pesan dari Che_Zah di mybloglog. Diujung pesan abah selipkan pesan mini seperti ini. “(Saya jadi ingat satu lagu syahdu 1950an, Azizah, yang dinyanyikan dengan mesra oleh aktor P. Ramlee)”. Percaya gak? Semalam malaman abah jadi gak bisa tidur. Seperti layar bioskop, semua pengalaman masa kecil abah terbayang bayang. Jam 3 abah niat mo turun ke warnet buat bikin tulisan ini. Tapi kan abah baru masuk tempat tidur aja di jam 00.30. Bisa2 besok gak bisa buka warnet atao gak bisa gantiin Om Ade dong. Kasihan aja klo Om Ade gak ke kampus gara2 otak abah konslet sama bakal blog Oh Azizah ini.

Nah, bagi siapa saya yang tergerak hati karena punya pengalaman serupa dengan abah. Lalu ingin sertakan tulisan berikut pic dan video. Silahkan kirimkan ke email abah, ID emanraistea@yahoo.com. Ayo kita berbagi masalalu. Karena masa lalu adalah masa2 yang paling indah buat dikenangkan. Anggap aja kita jalan2 ke masalalu yang indah itu.

Posted by Abah Eman in 09:35:15 | Permalink | No Comments »