Ketika becak sampai ke gang Koperasi, terdengar alunan orkes Melayu. Terdengar juga kumandang pengarah acara kalau sebentar lagi akan dilantunkan lagu Azizah yang akan dinyanyikan oleh satu biduan terkenal. Mendengar itu abah lalu minta ijin ke uyut buat nonton orkes di gang Koperasi II itu. Karena dekat rumah uyut di Jl Kebon Melati II No. 36 (sekarang menjadi Jl Kebon Kacang XXXI, hanya terpaut satu blok saja sekira 300 meteran). Abah beroleh ijin bahkan dibekali tambahan uang seringgit. Sambil berjingkrak jingkrak kegirangan, abah segera saja mendekati arena panggung kenduri khitanan itu.
“Emaaaaan. Pulangnya jangan malam malam yaaaaaaa.” Terdengar seruan uyut Kanti. Abah tak menjawab. Karena selain sudah berada dikerumunan para penonton, juga karena becak yang membawa uyut sudah berbelok kearah Jl Kebon Melati V. Setelah dapat posisi dekat panggung, abah bahkan juga beroleh tempat duduk dan makanan. Entah juga kalau abah dikira anak salah satu tamu disana. Ya haben saja. Mana biduan dah mulai tarik suara lagi.
Rupamu nan jelita, gaya kamu nan manja
Membuat aku kini jadi tergoda
Siang jadi kenangan, malam jadi impian
Karenamu….Azizah.
Refrain:
Putih kulitmu…Putih kulitmu…Pandang tak jemu
Manis senyummu….Manis senyummu…Mulia hatimu
Kalau kau menjadi bunga, biar ku jadi tangkainya.
Asalkan dapat bersama denganmu
Cinta dipadu, oh Azizah.
Refrain:
Putih kulitmu…Putih kulitmu…Pandang tak jemu
Manis senyummu….Manis senyummu…Mulia hatimu
Kalau kau menjadi bunga, biar ku jadi tangkainya.
Asalkan dapat bersama denganmu
Cinta dipadu, oh Azizah.
Gitu lho Gaby, seperti yang abah dengar waktu itu dan dibenarkan uyut beberapa jam kemudian. Hanya saja kalau kita lihat di Youtube.com kok ada versi yang berbeda. Wallahu’alam…